Awas, Penyakit Perfeksionis Di Sekitar Kalian!
“Aku… selalu saja ingin bersifat perfeksionis, padahal jelas-jelas aku mengerti bahwa hal itu telah merusakku lebih dari 1 kali. Hmmm….”
What i suggested aboved, memang sungguh terjadi guys, n aku tidak menolak bahwa dulu aku seperti itu, dalam hal apapun. Ok, now stop untuk membicarakan diriku ya, let’s draw back tentang arti Perfeksionis.
Quoting Wikipedia
Perfeksionis, dalam kamus psikologi, adalah sebuah kepercayaan bahwa sesuatu yang perfect/sempurna itu dapat dan harus bisa dicapai. In its pathological form, perfeksionis adalah kepercayaan bahwa hasil kerja atau output, jika jauh dari perfect, adalah sebuah hal yang tidak bisa diterima. Ps: dalam kondisi seperti ini, bisa dikatakan bahwa hal tersebut amat sangat tidak sehat.
Mudahnya, ketika kita memiliki sisi perfeksionis ini, maka kita selalu berusaha menciptakan hal-hal yang dalam benak kita sempurna, atau tidak sama sekali.
Now, kenapa hal ini tidak baik bagi kita?
Karena perfeksionis hanya akan membuat kita tertumpu pada 1 hal dan mengesampingkan hal lain yang sebenarnya bisa kita lakukan. And even kita memanage hal perfeksionis tersebut dengan baik pada 1 titik, bisa jadi hal tersebut sudah terlambat.
Bisa juga yang terjadi, kita hanya akan paralyzed, stress karena pikiran kita sendiri.
Practically Speaking
Bagaimana perfeksionisme ini mempengaruhi kehidupan kita as Blogger. Berikut contoh-contohnya:
- Kita tidak akan pernah launch website yang telah kita rencanakan hanya karena belum menemukan struktur yang sempurna untuk website tesebut
- Kita bisa terlibat dalam urusan design (tweaking) yang berkepanjangan, dan melupakan bahwa diluar design, ada hal penting yang kita abaikan, yaitu Content
- Kita tidak akan published artikel karena merasa selalu kurang
- Kita tidak akan pernah bisa menghasilkan uang dari aktivitas blogging, hanya karena pikiran kita yang menganggap bahwa pattern yang ditawarkan kurang sempurna, atau kita terlalu sibuk mencari cara yang tepat (sempurna) dalam making money online tanpa practice
Meanwhile kita memikirkan hal-hal diatas, baru kita tersadar… “Lho, ternyata aku sendirian di blogosphere – no network, no partner, karena semua menjauh”
Bad? Nggak bad lagi i thought, tapi WORST ![]()
Last point as Summary
Kita punya ide. Mengusahakan atau berjuang untuk sebuah keunggulan adalah sebuah ide yang bagus lebih baik adalah hal yang bagus, tapi kita tidak boleh melupakan bahwa hal tersebut akan berjalan/datang seiring dengan practice kita yang mungkin berasal dari constant trial and error.
So, jika selalu mencoba untuk sebuah hal yang sempurna dari awal… ada baiknya kita merubahnya mulai dari sekarang. So far, tidak pernah ada yang berhasil dengan menjadi perfeksionis.
In other words:
Mulailah segala sesuatu dengan term cukup baik, then… improve it from there 
Is it easy? Lemme hear your opinion then…





Btul.. Dulu aq mau bikin blog pertamaq aja,milih2 templatenya butuh waktu lebih daripada nulis 10 postingan.. : )
by arry
on 16. Mar, 2009
Its oke bro… Aku juga pernah melakukan kesalahan seperti itu. Asal sekarang kita batesin aja, itu d check list yang bagus
by Ara
on 17. Mar, 2009
nice info.. ada bagian dari kebiasaan saya yang tersentuh..
by idotkontji
on 17. Mar, 2009
Hehe… It’s ok, semua pasti pernah mengalaminya. I thought
by Ara
on 17. Mar, 2009
Setuju bro.. semua manusia juga dulunya musti belajar jalan dengan merangkak dulu.. as long as kita tidak menipu siapapun, blogging dengan kualitas seperti bagaimanapun bisa dijadikan permulaan yang bagus untuk berkembang
by ipung
on 17. Mar, 2009
Agreed! Just ride on my trusted allies
by Ara
on 19. Mar, 2009