9 Tehnik Membuat Artikel Blog Scannable
Berikut FAKTA yang aku temukan terkait dengan sebuah pemikiran mengapa artikel yang kita publish di web sebisa mungkin scannable alias gampang di-indera oleh mata pembaca blog:
Hanya 16% orang yang mebaca kata demi kata di websites (sumber)
Rata-rata, pembaca di website hanya memahami 60% apa yang mereka baca (source)
Dari apa yang tersaji diatas – apa yang bisa dilakukan oleh blogger agar efektif dalam membuat artikel?
Apakah Artikel Blog Kamu Scannable?
Pertanyaan yang cukup sederhana bukan? Ok, sekarang cobalah tanyakan pada diri kalian sendiri sebagai pembaca blog. Apakah kita membaca kata demi kata baik pada blog ini, atau blog lain?
Aku jawab sendiri aja deh… Aku yakin jawabnya, adalah sisa dari 16% yang diatas, alias apa yang kalian lakukan hanya scanning, pada kata-kata personal, frase, heading, atau bentuk visual yang lain.
Studi yang pernah dilakukan, membaca di websites itu lebih melelahkan daripada membaca di kertas, so scanning adalah cara yang paling tepat.
Balik ke awal, apakah artikel blog kalian bisa dikategorikan scannable? Jika pengen tahu scannable atau tidak, gampang caranya untuk mengetesnya.
Mintalah teman kamu untuk membaca cepat beberapa artikel terbaru kalian. Katakan, berilah mereka waktu 20-30 detik tiap artikelnya, then diakhir cobalah untuk bertanya, apa isi dari artikel-artikel yang dibaca. Dari hal itu, kalian akan tahu seberapa ok blog yang kalian maintain saat ini berinteraksi dengan pembaca.
9 Tehnik untuk membuat Artikel Blog Scannable
Seorang Blogger yang baik, memegang hal-hal berikut dalam pikiran mereka, dengan mencoba untuk mencari cara yang terbaik sehingga artikel yang mereka sajikan mudah untuk dibaca. Berikut tehniknya:
1. List
Membuat seperti daftar. Dari apa yang aku baca dan pelajari, listing bagus banget. Selalu menduduki tempat teratas dalam tata cara penyajian artikel di blog, lebih dari bentuk penyajian yang bersifat essay.
Apalagi jika menggunakan angka/nomor, Number Headline is great!
2. Formatting
Gunakanlah cetak tebal, HURUF BESAR, cetak miring, untuk menunjukkan ke pembaca, poinnya dimana. Bisa dipertimbangkan juga, untuk merubah ukuran huruf, warna atau style tertentu, agar gampang di-indera.
3. Headings dan Sub Headings
Cara ini, efektif sekali bagi pembaca untuk segera bisa tahu apa yang menjadi poin utama pada artikel blog. Ukurannya besar, dan dicetak tebal
4. Gambar
Riset membuktikan bahwa mata pembaca lebih mengarah pada sebuah visual dalam bentuk gambar ketika melihat halaman website. Buatlah penempatan yang bagus karena dengan begitu meningkatkan kesempatan agar pembaca mau membaca full artikel kalian.
5. Border/Blockquotes
Cobalah untuk melihat sejenak pun mereview artikel-artikel yang ada di blog ini, dimana aku menggunakan border/blockquote. Then, go back here and tell me directly, is it scannable or not!
6. Spasi
Jangan pernah berpikiran bahwa kita harus mengisi setiap tempat luang yang ada di blog atau artikel. Bukan apa sih, hanya saja dari pengalaman pribadiku, spasi amat membantuku dalam membaca artikel di blog. Bikin adem sejenak, and memberi waktu untuk sedikit relaks, sebelum meneruskan membaca.
7. KISS – Keep It Simple & Straight.
Jangan berputar-putar keliling nusantara dulu, baru menjelaskan inti ide. KISS aja, pun dalam analogi2 yang coba disampaikan.
8. Tampilkan poin diawal, setelah itu beri penjelasan
Ini lebih enak bagi pembaca. Coba balik ke sekolah dasar, dimana saat itu kita diminta mencari pokok pikiran utama dalam sebuah karangan, dimana bisa terdapat dimanapun. Menyenangkankah? Oh, salut kalau ada yang bilang iya…
9. Too much idea, isn’t good
Keep fokus pada sebuah ide atau topik yang menjadi bahan tulisan artikel kamu. Jangan memaparkan terlalu banyak ide karena itu bisa menjadikan pembaca tidak memahami alias linglung. Ya, lets say, the rest of your idea, publish aja in the next series. Itu bijak!
So, so far apakah kalian telah melakukan hal diatas? Jika belum, kenapa tidak segera dari sekarang.
Anw, bagaimana dengan FORMAT garis bawah?
Apakah aku lupa untuk memasukkan sebagai salah satu tehnik?! Hmmm…

![Reblog this post [with Zemanta]](http://img.zemanta.com/reblog_e.png?x-id=b6b51c07-41fc-4ca4-ad88-ff4275cda104)



[...] yang pasti kalian rasakan saat membaca Numbered Headline, adalahlangsung memiliki gambaran yang jelas akan apa yang ada di dalamnya, sehingga bisa memilah perlu tidaknya untuk membaca artikel [...]
by 5 Alasan Jatuh Cinta Pada Numbered Headline | Mimeblogger
on 10. Mar, 2009
tips bagus thanks ya
by facebook
on 10. Mar, 2009
tips yang bagus, walaupun masih bingung dgn yang namanya Number Headline
by SILVERF0X
on 11. Mar, 2009
Dan satu tambahan lagi: sebaiknya menggunakan latar berwarna putih untuk background postingan dan warna hitam sebagai warna hurufnya
Biar mata pembaca nggak cepat lelah aja
by iskandaria
on 11. Mar, 2009
G kebalik boss
Warna putih lebih cepet melelahkan mata lho… That’s why, most designer use #F2F2F2. Terlalu terang. Yang bagus emang kombinasi dengan komponen2 lain seperti sidebar dll.
by Ara
on 12. Mar, 2009
Memang, kalo warna dasar putih trus font hitam pekat, bisa membikin mata cepet lelah.
Info bagus bro’ buat memperbaiki blog saya
by Shan
on 30. Mar, 2009
Info yang sngat bermanfaat, thanks ya, hrus bnyk perubhan di blog ku nih…
by Mang Jaya
on 31. Mar, 2009