9 Cara Mudah Untuk Memunculkan Ide Artikel Blog
Content is King!
Aku yakin bahwa kita semua telah mendengar pun menyaksikan dengan mata kepala sendiri bahwa Content adalah hal sangat menentukan bagi hidup sebuah Blog. Mau terus bertumbuh, maka buatlah Content yang High Quality – Pengen agar Blog segera berakhir, buatlah Content seadanya (asal-asalan) atau tidak mengupdate Content sama sekali pun tak jelas Frekuensi Update-nya (inconsistent).
Dan, satu hal yang paling berpengaruh kuat dalam Content sebuah blog adalah sisi orisinalitas sebuah ide yang disajikan.
Penulis berbakat, aku yakin bisa mengembangkan artikel dengan memuaskan, akan tetapi jika topik yang disajikannya adalah telah banyak ditulis oleh orang lain atau bukan yang dibutuhkan “market”, maka hal itu tidak akan memberi banyak hal positif baginya.
Akan lebih bagus seorang penulis biasa dimana dia mau meluangkan waktu untuk melihat “market” untuk menemukan ide yang tepat untuk dipublikasi.
Recent days, aku lihat banyak sekali blogger yang hanya rush into writing (terburu-buru) dan mengabaikan pentingnya memunculkan ide baru terkait dengan topik yang menjadi fokus mereka. Dan, mungkin salah satunya adalah aku sendiri.
Berangkat dari hal tersebut, adalah penting untuk mengasah kemampuan memunculkan ide karena hal itu akan menjadi cara paling efektif untuk meningkatkan hasil kerja keras kalian saat ini di kemudian hari.
Here How You Can Do It
1. Berilah waktu untuk memunculkan ide pun gagasa
Maksud dari poin ini, buatlah hal generating idea tersebut sebagai salah satu prioritas utama. Sama halnya dengan menulis artikel bagi blog yang membutuhkan waktu, maka berikanlah waktu juga untuk memunculkan ide pun cara mengembangkannya pada publikasi kalian, karena tanpa melakukan hal tersebut, yang kalian lakukan hanyalah akan duduk di depan komputer/laptop sembari bingung harus menulis apa, dan setelah kelar, hasilnya tidak bagus.
2. Milikilah Sesi Brainstorming
Daripada berusaha untuk memunculkan suatu ide saat kalian membutuhkannya saat itu juga, cobalah relaks dengan duduk jauh dari komputer, then mengambil pena pun menulis sebanyak mungkin ide yang ada dalam pikiran kalian. Mungkin setelah kalian melakukan review, beberapa diantara ide-ide tersebut akan jadi tidak berguna (tidak dipakai), but it’s ok.
Gunakanlah kreatifitas yang kalian miliki seoptimal mungkin, dan aku yakin di akhir sesi ini akan memiliki lebih banyak ide-ide briliant yang bisa dikembangkan dalam artikel sebagai bahan publikasi blog kalian.
3. Gunakanlah Pemetaan Pikiran
Pemetaan pikiran adalah metode Brainstorming yang membantu kalian untuk memvisualisasikan ide-ide dan membangunnya dengan ide-ide terkait lainnya.
Metode ini benar-benar dapat membantu kalian untuk mengembangkan ide untuk publikasi tertentu, pun bagi topik yang kalian angkat, dimana mebuat kalian mampu untuk memvisualisasikan semua aspek yang berbeda yang mungkin berguna bagi publikasi blog kalian.
4. Buatlah Kerangka sebelum Menulis
Jika kalian berangkat menulis tanpa sebuah arah tertentu, atau kalaupun ada mungkin kadarnya kecil, hasil yang didapat tentunya tidak akan optimal, dan terus terang hal tersebut hanya malah akan mengurangi sisi produktifitas kalian.
Aku merasakan hal tersebut sendiri, dan yang terjadi beberapa waktu yang lalu, hanya akan membuatku mengulang dari depan. Mungkin bisa dikategorikan kalau aku sedikit perfeksionis dalam hal ini. Bad?! Oh, sure…
So, cara yang aku lakukan adalah membuat kerangka artikel terlebih dahulu. Maksudku, pokok-pokok pikiran yang seharusnya terkandung dalam artikel tersebut.
After that, i take my relax time for a while, then go back and develop pokok pikiran tersebut dala bentuk paragraf. Easier dan terarah.
5. Menyimpan Ide sebagai Jurnal
Memiliki sesi brainstoring seperti yang aku sampaikan pada poin 2 diatas, itu jelas amat sangat membantu kalian, akan tetapi ada kalanya ide-ide yang muncul tersebut random.
Means, bisa jadi ide tersebut muncul begitu saja diluar sesi tersebut, dan dari pengalamanku sendiri memang kebanyakan malah seperti itu. So, akan sangat penting jika kalian memiliki tempat untuk mencatat ide-ide yang muncul. Jika tidak ada notebook, it’s okelah memakai organizer atau buku khusus yang memang disediakan untuk hal tersebut.
Apa fungsinya? Dari ide-ide yang muncul random tersebut, in specific time, kalian bisa mengembangkannya di kemudian hari. Tentunya setelah melakukan review, mana yang lolos seleksi – berguna untuk dishare kepada pembaca blog kalian.
Besides, aku temukan pula, kadang dari ide-ide yang sekiranya kurang bagus, suddenly inspired me to have a great idea. Gampangnya, ide yang kurang bagus tersebut, kadang malah menjadi trigger untuk mempunyai ide bagus setelah aku mencoba mengembangkannya lagi.
6. Ambil Ide Kalian Sekarang dan Rencanakan Jadwal Publikasi
Recent time, ini menjadi aktifitas favoritku, membuat jadwal kapan ide akan dipublikasi. Karena dengan begitu, akan menuntun pada sebuah action untuk menyelesaikan transformasi ide tersebut dalam artikel yang siap untuk dipublikasi.
Once finished, aku publikasi dan jika belum waktunya, aku menempatkannya pada Upcoming Article. Tabungan bro…
7. Jangan melakukan Publikasi jika belum “SREG”
Maksud kata “SREG” disini, pas di hati. Sedikit aku garis bawahi untuk membedakannya dengan perfect.
Means, pastilah diantara kita memiliki standar yang berbeda-beda akan artikel yang hendak dipublikasi. Satu orang mungkin mengatakan, “it’s okelah seperti ini, nggak masalah”. Others, “at least harus seperti ini, valuable dan scannable sehingga bisa meberi banyak nilai tambah bagi pembaca blogku”.
Itulah standar – dan aku yakin bahwa masing-masing dari kalian memilikinya.
My point here, capailah standar tersebut, setelah itu barulah beranjak untuk melakukan publikasi. Karena apa? Karena standar tersebut akan membawa diri kalian berani bertanggung jawab dengan apa yang dipublikasi, disamping, secara sadar atau tidak, akan membawa kalian untuk lebih dan lebih dalam meningkatkan kualitas publikasi.
8. Tingkatkan Kemampuan Menulis Judul
Beberapa blogger memulai proses menulis dengan sebuah judul yang menarik, setelah itu mengembangkan isi artikel di dalamnya. Itu memang bisa saja dilakukan, akan tetapi kadang hal tersebut juga tak jarang gagal karena tidak mampu menggambarkan isi keseluruhan artikel yang dipublikasi.
Buat aku pribadi, aku lebih suka menulis judul dalam bentuk ide, setelah itu mengembangkan artikel, membacanya ulang sebelum kembali untuk menuliskan judul yang eye-catching, merefleksikan isi artikel, etc.
Have a time to check my previous articles which discuss about it:
9. Analisa Hasil yang dicapai
Ini adalah hal yang paling menarik untuk dilakukan.
Melakukan analisa akan hasil yang selama ini telah kalian capai. Maksudku, adalah bijak jika kalian mau meluangkan waktu untuk membuat analisa – mengamati, tipe publikasi seperti apakah yang mampu mencetak hit pada blog kalian misal via komentar, karena dengan begitu kalian bisa mengerti dan memahami keinginan pembaca.
Pernahkah kalian melakukan hal ini? Lebih detail, silakan disimak artikel yang berjudul Bikin Blog, Pasang Iklan, then Earn Money!
Last, i’ve covered 9 ways to generate ideas, dan aku sadari ini bukanlah sebuah keharusan atau suatu hal mutlak untuk dilakukan. So, aku berharap ada masukan yang juga bisa membantuku untuk tahu apa yang menjadi kekurangan agar ke depan, kita semua bisa lebih baik.
Thanks for vacating your time to read this article, i’m looking forward for your feedback friends…




Untuk nomor tujuh, kayaknya bagi saya malah nggak jadi publish soalnya sering nggak SREG
by Arif
on 30. Mar, 2009
Wah… merendah nih boss! Aku ke blog sampeyan, bagus2 kok artikelnya
Kayaknya grade “SREG” nya beda deh ma aku yang masih rookie gini.
by Ara
on 31. Mar, 2009
Aku sering banget ngelanggar n0mr 4, ha haha. Males buat kerangka
n0mr 7 merupakan nasehat yg musti aku pikirkan lg. Selama ini, aku lbh memilih nekad publish. He he he
by Syahuri
on 30. Mar, 2009
Outline bikin gampang mas buat ngembangin artikel. No 7 itu sedikit subyektif and bisa juga susah untuk memberi batasan dengan perfeksionis nantinya.
Sreg yang aku maksud, dalam batas wajar aja. That’s why, alangkah baik jika step2nya emang dilewati 1 per satu termasuk outlining.
Jadi terarah dan standar sreg-nya juga lebih jelas, hehe…
Tapi, nggak jarang juga kok aku ngelanggar mas
And so far emang ketika aku melanggar, setelah proof reading 4-5 kali, baru deh kerasa kekurangannya pun dari sisi artikel itu sendiri pun hasil (kemampuan attract readers and visitors)
by Ara
on 31. Mar, 2009
Heyy,, I learn a lot from you, bro..
You got yourself your new subscriber.. (hehehe kayak spam comment ya..)
Tapi emang tulisan bro Hning emang inspiring,,
by Felix
on 31. Mar, 2009
Thanks bro… Kita sama-sama belajar aja
by Ara
on 31. Mar, 2009
nicee….
bro, ide itu kadang muncul2 tiba2 iah.
dulu swaktu saia merokok,
saia selalu mencari itu dengan rokok.
by subhan
on 31. Mar, 2009
Yup! Siapin aja notes,jadiketika muncul tidak tercecer. So far aku juga gitu boss, ide dateng kapan aja – notes, hp dll yang bisa buat nyatet, ya pake aja – sampe rumah baru deh masukin ke Draft
by Ara
on 31. Mar, 2009
Ok banget, uhm…. Harus banyak belajar nih…
by Mang Jaya
on 01. Apr, 2009
Keep learning bro, aku juga selalu seperti itu kok. Besides, mental pembelajar kayaknya memang dibutuhkan seorang blogger, agar selalu Keep Uptodate.
by Ara
on 04. Apr, 2009
Betul bro…
Thanks…
by Mang Jaya
on 05. Apr, 2009
[...] yang harus kalian lakukan adalah bagaimana menancapkan ide-ide kalian yang telah kalian bundel tersebut pada pikiran pembaca/pengunjung. Dan dalam poin of [...]
by 10 Cara Efisien Membuat Brand/Merek Pada Blog | Mimeblogger
on 15. Apr, 2009
Yang saya pakai selama ini adalah menuliskan setiap ide tulisan pada note yang selalu kubawa.
by kinta mahadji
on 19. Apr, 2009
bener juga tip nya
bingung isi konten di blog ku
sy biarin g ada postingan dulu
trus terdampar disini cari ide
nyedot ilmu
thanks yo
from rudi
searchwebhost.blogspot.com
by rudi
on 20. Apr, 2009
[...] pengalamanku, seringkali aku mendapatkan banyak ide bagus untuk ditulis, rata-rata adalah implementasi kehidupan nyata yang coba aku kembangkan pada [...]
by Kurang Ide? You’ve Got to Be Kidding! | Mimeblogger
on 29. May, 2009